Rabu, 26 Juni 2013

Teori Organisasi Umum 2




Tolok ukur yang paling baik untuk menunjukkan keberhasilan ekonomi suatu negara adalah pendapatan nasional (produksi nasional), tingkat kesempatan kerja, tingkat harga barang, dan posisi neraca pembayaran luar negeri, serta pendapatan per kapitanya.

Jika faktor-faktor yang memengaruhi tersebut menunjukkan posisi yang sangat menguntungkan atau positif, maka tingkat keberhasilan atau tingkat kemajuan ekonomi suatu negara akan mudah tercapai. Dari berbagai tolok ukur tersebut, yang menjadi pokok bahasan kali ini adalah pendapatan nasional (national income) atau produksi nasional (national product). Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh masyarakat/pemilik faktor produksi suatu negara selama kurun waktu tertentu (biasanya digunakan ukuran waktu 1 tahun). Bila kita lihat kembali pada materi pokok tentang arus lingkaran kegiatan ekonomi, rumah tangga konsumsi menyerahkan jasa faktor produksi kepada perusahaan dan mereka akan menerima pendapatan berupa sewa sebagai balas jasa tanah, upah dan gaji sebagai balas jasa tenaga, bunga sebagai balas jasa modal, dan laba usaha atau keuntungan sebagai balas jasa pengusaha. Jadi semua pendapatan sebagai balas jasa atas penyerahan faktor produksi disebut pendapatan nasional.

1. Metode Penghitungan Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional dapat dihitung sesuai data yang terkumpul dari fakta yang ada di masyarakat. Penghitungan pendapatan nasional harus dilakukan secara cermat dan akurat karena sangat penting artinya bagi masyarakat. Ada tiga pendekatan dalam menghitung pendapatan nasional, yaitu pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran. Marilah kita membahas masing-masing pendekatan tersebut lebih mendalam.

a. Pendapatan Nasional dari Pendekatan Produksi (Product Approach)

Dengan pendekatan produksi, penghitungan pendapatan nasional dilakukan dengan cara mengumpulkan data tentang hasil akhir barang-barang dan jasa-jasa untuk suatu periode tertentu dari semua unit produksi yang menghasilkan barangbarang dan jasa-jasa tersebut. Jadi pendapatan nasional menurut pendekatan produksi adalah jumlah nilai tambah semua barang dan jasa selama satu tahun. Barang dan jasa yang dimaksud adalah barang terakhir (final goods) atau barang jadi (finished goods), artinya barang yang langsung dapat diterima konsumen.

b. Pendapatan Nasional dari Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

Ditinjau dari pendekatan pendapatan, penghitungan pendapatan nasional dilakukan dengan cara mengumpulkan data pendapatan yang diperoleh oleh rumah tangga keluarga. Atau dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi dalam suatu masyarakat selama satu tahun. Pendapatan ini berupa sewa, upah dan gaji, bunga, dan laba usaha.

c. Pendapatan Nasional dari Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)

Ditinjau dari pendekatan pengeluaran, penghitungan pendapatan nasional dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh masyarakat dalam perekonomian, sektor konsumen, perusahaan (investasi), pemerintah dan sektor perdagangan luar negeri. Atau dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran/belanja masyarakat dalam kurun waktu satu tahun.

2. Komponen Pendapatan Nasional

Oleh karena penentuan pendapatan nasional suatu negara dihitung melalui tiga pendekatan yaitu pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran, maka komponen yang diperhitungkan dalam pendapatan nasional juga terdapat perbedaan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini diuraikan komponen pendapatan nasional yang ditinjau dari tiga sisi.

a. Komponen Pendapatan Nasional dari Sisi Produksi

Sebagaimana kamu ketahui, penghitungan pendapatan nasional dengan metode produksi dilakukan dengan menjumlahkan nilai tambah semua barang-barang dan jasajasa. Ambil saja contoh produk ke-1 ditandai dengan Q1, produk ke-2 ditandai Q2, maka produk ke-n ditandai dengan Qn. Dan bila produk tersebut dijual kepada konsumen, maka harga jual produk ke-1 ditandai dengan P1, harga produk ke-2 ditandai dengan P2, dan harga produk ke-n ditandai dengan Pn, Dari berbagai identifikasi kompopnen di atas akan dihasilkan bentuk persamaan sebagai berikut.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBd18z09SWRU1dayXlMrJsLw_MJCXlvbAmYW0_soDpaU0IKA7I-xKISA45KqUBmwEAL_sy78joi8UoWUeQD_kE2nvZQza-tcP94No8KzY-xFu3C6N1Uf_bI_cuVycTd9dZf5aN7cWo6iM/s1600/1-30-2013+5-26-53+PM.png

Jadi komponen pendapatan nasional dari sisi produksi, yaitu: macam produk, jumlah produk yang terjual dari berbagai macam produk, dan harga jual produk. Secara singkat dapat dirumuskan sebagai berikut.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzewTKn7QvDALElWMxLWUZPohyGr0nlL2LhXKSE2KcPv5VfZSomsbmMKADEzmMz3TWspZlOxKVFoza0chsMYqB_cEk_KcpGupspnd2rCpmN30CaM8RviK3lJp7tIvsV2ZeARy8ISOt_5A/s1600/1-30-2013+5-29-25+PM.png
Keterangan:
PN= pendapatan nasional
Pn = harga jual suatu produk
Qn = hasil produksi

Contoh penghitungan nilai tambah produksi tampak pada tabel berikut ini.


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC65iSDybiMiykttmTGBT5SiKr4D07M6Ta-w9VbVPbAX8mGCGNtS6n_LTYOchVOR6hntO3MIrFZY3I3tf8qGT1uUmWBgLHzjE818a-ABa6gLS8dSxR1JAEyux8KEBous40J3TvehLzfdo/s1600/1-30-2013+5-31-08+PM.png



b. Komponen Pendapatan Nasional dari Sisi Pengeluaran

Dari sisi pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pengeluaran (expenditure) masing-masing sektor perekonomian berikut ini.

1) Sektor keluarga atau sektor konsumen
Pengeluaran yang dilakukan oleh sektor keluarga disebut pengeluaran untuk konsumsi (consumption expenditure).

2) Sektor perusahaan atau sektor produsen
Pengeluaran yang dilakukan oleh sektor perusahaan akan membentuk apa yang disebut investasi (investment expenditure).

3) Sektor pemerintah
Pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah disebut pengeluaran pembelian pemerintah (government expenditure).

4) Sektor perdagangan luar negeri
Pengeluaran dari sektor luar negeri disebut ekspor neto, yakni selisih antara jumlah ekspor dikurangi dengan jumlah impor.



Bila komponen-komponen tersebut dituliskan dalam bentuk persamaan, maka akan tampak sebagai berikut.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjych0ixu0MDuBy0_kekYl61rN6ZhnW41e0O7BaBN3-FCgYKoHIQjQua9w3FGChIrg9xoBCRCgEjEFKFTssaPfNWNQAVYscRUj5MHHBw-b4oGXJp63BH7kQcUwRSbqqe-ernaxAMYCkY9U/s1600/1-30-2013+5-46-42+PM.png
Keterangan:

GNP = Gross National Product atau Pendapatan Nasional Bruto (PNB)
C = pengeluaran untuk konsumsi barang dan jasa
I = pengeluaran untuk investasi
G = pengeluaran pemerintah untuk barang dan jasa
X = nilai barang ekspor
M = nilai barang impor
X – M = ekspor neto

Berikut ini tabel contoh penghitungan pendapatan nasional dari sisi pengeluaran.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV-F8eI8aWXpiMqR_htNSTU9uJyDrRiS2XhI-biTYsaXd6UBmR0kLCsGGd5k-ReSRxjG38bZVOARAqFVL1b0j7Ng7YyTS7OwRIo0g1CZww_iXRKExluF7wBtL9HNKhLsYOjxi50e5MNHQ/s1600/l.png

c. Komponen Pendapatan Nasional dari Sisi Pendapatan

Dari sisi pendapatan, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi, yang terdiri atas sewa, upah dan gaji, bunga, dan laba.

Jadi, komponen pendapatan nasional dari sisi pendapatan adalah:
1) sewa (rent income) atau disingkat r,
2) upah dan gaji (wage and salary income) atau disingkat w,
3) bunga (interest income) atau disingkat i, dan
4) laba usaha (profit income) atau disingkat p.

Dalam bentuk persamaan dapat dirumuskan sebagai berikut.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY1b9yFvQnvKh28iHfqXqP3KZ9ef8YAI4A6tXDpJj1LsvpX7u900DrUy-4jyuBpY2qxD4y6SXoB3OjKq5Gaq_7jx2dNGn3WYp2RJNPXgQefanjnGPcUXZwfkqIlT2lShnBADOd6OKPsFY/s1600/h.png

Berikut ini tabel contoh penghitungan pendapatan nasional dari sisi pendapatan.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQx6DHh-6o5aKC3LwXjIrP4uh3rVOiBImy7HatC95cQsGXqtd4fjRzPITnl4LtHxhkSsZCeuCVh2zAWublSr5z9qgSIFzPYGRKei4-3NenaJsrpn_thxDzmYi-qdlGll4Xk8SxMShD3OY/s1600/kl.png

d. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pendapatan Nasional

Setiap komponen pendapatan nasional suatu negara sangat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu pihak pembeli dan pihak penjual.

1) Pihak pembeli atau konsumen, artinya pendapatan yang diterima oleh setiap konsumen dikeluarkan kembali untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/produsen. Pengeluaran untuk pembelian tersebut dinamakan pengeluaran konsumsi (C = consumption), dan pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi dinamakan tabungan (S = saving). Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa:

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjohv48dIrKgY0X8WCKhIhChE6ZibhINUGZ0SI1roqMmh1zgNdNI2VqPQ3H5CRAV9nX-cNyiWQGDOCrdTpdm5g_S_etKPaUSVCPRxWR8BxTLCkgSQ2QHoRH1Y0gsimp0jKc5gXpIQzu0wI/s1600/1-30-2013+5-55-13+PM.png
Keterangan:
Y = Tingkat pendapatan
C = Tingkat konsumsi
S = Tingkat tabungan

2) Pihak penjual atau produsen, artinya barang-barang yang dihasilkan oleh produsen terdiri atas barang-barang konsumsi atau consumption (C) dan barang-barang modal atau investasi (I). Barang modal yang dimaksud di antaranya gedung, pabrik, jalan, alat angkut, mesin, dan barang konsumsi persediaan.

Dengan demikian pendapatan nasional dari pihak produsen dapat dirumuskan sebagai berikut.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhERHA2_8McfAE4foQOgTDZFVgETIyWyB9dK-5QK9TzjukKmWSq8-ACEe2GtHXRvxlULVbWWD0Zd71oPTU64eF9g-aI1d4VnmpmgO5cfIdgPdG2dxkUAyU7_n5Zq26bzfWC2ywqKtLIm-A/s1600/1-30-2013+6-01-40+PM.png
Keterangan:
Y = tingkat pendapatan
C = tingkat konsumsi
I = tingkat investasi

Dari kedua rumus tersebut dapat dianalisis, apabila nilai Y tetap dan terjadi peningkatan nilai C, maka hal ini berarti menurunkan nilai S sebesar kenaikan C. Sementara itu apabila I meningkat dan C tetap, maka dapat dipastikan Y nilainya naik. Dengan demikian S nilainya juga meningkat, masingmasing sebesar kenaikan I. Jadi, dapat disimpulkan bahwa besarnya I selalu diikuti oleh besarnya S, atau dapat dikatakan besarnya S sama dengan besarnya I. Bila ditulis akan didapat rumus berikut ini.


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTY7T4WHrSyC3JWn3ee_4jksEMjJj2N-JV07zoBVnbnqUOyY4W_r_27QhW-datcK-qsiCcBgC1UzxYSNVhVJ3SQSs6ogERPm-oEw_NLf7lM8vZCdWy5L0X4r6-jbOJVZgbOlQGWhjaplg/s1600/1-30-2013+6-03-33+PM.png




3. Cara Penghitungan Pendapatan Nasional

Dalam penghitungan pendapatan nasional suatu negara dikenal beberapa konsep pendapatan nasional, di antaranya sebagai berikut.

a. Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) adalah jumlah seluruh produksi yang dihasilkan masyarakat, baik masyarakat asing yang berada di dalam negeri, maupun masyarakat nasional dalam waktu satu tahun.

b. Gross National Product (GNP) atau Produk Nasional Bruto (PNB) adalah jumlah seluruh produk yang dihasilkan oleh masyarakat suatu negara tanpa menghitung produk yang dihasilkan oleh masyarakat asing di dalam negeri dalam waktu satu tahun.

c. Nett National Product (NNP) atau Produk Nasional Bersih adalah GNP setelah dengan penyusutan dan perbaikan barang modal.

d. Net National Income (NNI) atau Pendapatan Nasional Bersih adalah NNP setelah dikurangi pajak tidak langsung, yang merupakan pendapatan nasional yang dihitung berdasarkan balas jasa yang diterima para pemilik faktor produksi.

e. Personal Income (PI) atau pendapatan perseorangan adalah NNI dikurangi dengan dana sosial, pajak perusahaan, laba yang ditahan dan ditambah transfer payment pemerintah. Transfer payment (pembayaran tambahan) yang merupakan pendapatan yang diterima oleh masyarakat atau rumah tangga.

f. Disposible Income (DI) atau pendapatan yang siap dibelanjakan adalah pendapatan yang benar-benar diterima oleh masyarakat dan siap untuk dibelanjakan.

DI dipergunakan untuk dua sektor, yaitu:
- saving (tabungan) adalah pendapatan yang tidak dikonsumsi,
- consumption (konsumsi) adalah pendapatan yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen atau seseorang. Besar DI yaitu PI dikurangi pajak langsung/pajak personal/ pajak perseorangan. Untuk memberikan gambaran tentang penghitungan pendapatan nasional, di bawah ini diberikan contoh cara menghitung pendapatan nasional pada suatu negara. Angka berikut hanya merupakan contoh saja, agar memudahkan cara berpikir.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgymFPe7Avv98O3pwwwcT39a8AyVadx0GskUXeHpYshT_WTNT0Z6v9XsIcDakt7qvn8YptFDt4fJEXH3AfELH-nR-fSV_6RVpOkbsnJiVcAsFMXXK0v8P9t2eQJZWuuzLUGUJlsMZ-gW0A/s1600/1-30-2013+6-33-49+PM.png





4. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Produk Domestik Regional Bruto merupakan produksi yang dihasilkan oleh suatu masyarakat yang berada di daerah/regional tertentu dalam kurun waktu 1 tahun. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator ekonomi yang memuat berbagai instrumen ekonomi yang di dalamnya terlihat dengan jelas keadaan makro ekonomi suatu daerah dengan pertumbuhan ekonominya, pendapatan per kapita, dan berbagai instrumen lainnya. Dengan adanya data-data tersebut akan sangat membantu pengambil kebijakan dalam perencanaan dan evaluasi sehingga pembangunan tidak salah arah. Angka PDRB sangat dibutuhkan dan perlu disajikan, karena selain dapat dipakai sebagai bahan analisis perencanaan pembangunan juga merupakan barometer untuk mengukur hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan. Untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang Produk Domestik Regional Bruto, berikut ini disajikan PDRB untuk Kota Semarang.

5. Distribusi Pendapatan Nasional

Distribusi pendapatan nasional merupakan unsur penting untuk mengetahui tinggi rendahnya kesejahteraan atau kemakmuran suatu negara. Distribusi pendapatan yang merata kepada masyarakat akan mampu menciptakan perubahan dan perbaikan, seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan sebagainya. Sebaliknya distribusi pendapatan yang tidak merata perubahan atau perbaikan suatu negara tidak akan tercapai. Hal seperti inilah yang akan menunjukkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan.
 


Penghitungan distribusi pendapatan dan indeks Gini di Indonesia dilakukan dengan menggunakan data pengeluaran. Distribusi pendapatan merupakan salah satu aspek penting berkaitan dengan kemiskinan.

Untuk mengetahui tingkat pemerataan distribusi pendapatan suatu negara dapat diketahui dari grafik yang dinamakan Kurva Lorenz, artinya kurva yang menggambarkan hubungan antara distribusi jumlah penduduk dengan distribusi pendapatan. Sedangkan indikator untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan adalah Koefisien Gini atau Indeks Gini. Semakin tinggi atau besar indeks Gini, semakin tinggi tingkat ketidakmerataannya (distribusi pendapatannya tidak merata). Begitu pula bila semakin kecil indeks Gini semakin rendah tingkat ketidakmerataannya (distribusi pendapatannya semakin merata). Untuk lebih jelasnya, perhatikan Kurva Lorenz pada Gambar berikut.

Description: Kurva Lorenz.
Kurva Lorenz.

Sumbu tegak (vertikal) pada Kurva Lorenz menunjukkan persentase jumlah pendapatan dan sumbu mendatar (horizontal) menunjukkan persentase jumlah penduduk. Kurva Lorenz ditunjukkan oleh garis lengkung OA. Garis diagonal OA merupakan garis kemerataan sempurna artinya persentase jumlah penduduk sama dengan persentase penerimaan pendapatan. Semakin jauh jarak garis Kurva Lorenz dari garis diagonal, semakin tinggi ketimpangannya dan semakin dekat garis Kurva Lorenz dari garis diagonal, semakin tinggi tingkat pemerataan distribusi pendapatan.

Sumber: http://www.plengdut.com/2013/01/konsep-pendapatan-nasional.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar