Selasa, 01 Juli 2014

ILMU BUDAYA DASAR

ILMU BUDAYA DASAR


1.     MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

           Manusia adalah salah satu makhluk Tuhan di dunia. Makhluk Tuhan di alam fana ini ada empat macam, yaitu alam,tumbuhan, binatang, dan manusia. Sifat-sifat yang dimiliki keempat makhluk Tuhan tersebut sebagai berikut.

a. Alam memiliki sifat wujud.
b. Tumbuhan memiliki sifat wujud hidup.
c. Binatang memiliki sifat wujud, hidup dan dibekali nafsu.
d. Manusia memiliki sifat wujud,hidup, dibekali nafsu,serta akal budi.

           Akal budi merupakan pemberian sekaligus potensi dalam diri manusia yang tidak memiliki makhluk lain. Jadi, fungsi dari akal adalah berpikir, Karena manusia dianugerahi akal maka manusia dapat berpikir. Kemampuan berpikir manusia juga digunakan untuk memecahkan masalah-masalah hidup yang dihadapi.

           Budi berarti juga akal. Budi berasal dari bahasa Sansekerta budh yang artinya akal. Sutan Takdir Alisyahbana mengungkapkan bahwa budilah yang menyebabkan manusia mengembangkan suatu hubungan yang bermakna dengan alam sekitarnya dengan jalan memberikan penilaian objektif terhadap objek dan kejadian.

            Dengan akal budhi, manusia mampu menciptakan kebudayaan. Kebudayaan pada dasarnya adalah hasil akal budi manusia dalam interaksinya, baik dengan alam maupun manusia lainnya. Manusia merupakn makhluk yang berbudaya. Manusia adalah pencipta kebudayaan.

          Manusia merupakan pencipta kebudayaan kerena manusia dianugerahi akal dan budi daya. Dengan akal budi daya itulah manusia menciptakan dan mengembangkan kebudayaan. Terciptanya kebudayaan adalah hasil interaksi manusia dengan segala isi alam raya ini.

        Karena manusia adalah pencipta kebudayaan maka manusia adalah makhluk berbudaya. Kebudayaan adalah ekspresi ekstensi manusia di dunia. Dengan kebudayaanya, manusia mampu menampakkan jejak-jejaknya dalam panggung sejarah dunia.

             Didalam sebuah kebudayaan juga memiliki etika dan estetika. Dimana etika berkaitan dengan masalah nilai, karena etika pada pokoknya membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan predikat nilai susila, atau tidak susila, baik dan buruk. Dalam hal ini, etika termasuk dalam kawasan nilai, sedangkan nilai etika itu sendiri berkaitan dengan baik dan buruk perbuatan manusia.

         Asal atau sumber norma etika adalah dari manusia sendiri yang bersifat otonom dan tidak ditujukan kepada sikap lahir, tetapi ditujukkan kepada sikap batin manusia. Batinnya sendirilah  yang mengancam perbuatan melanggar norma kesusilaan dengan sanksi. Tidak ada kekuasaan di luar dirinya yang memaksakan sanksi itu. Kalau terjadi pelanggaran kode norma etik, misalnya budaya perilaku berduaan di jalan antara sepasang muda mudi, bahkan bermesraam dihadapan umum. Masyarakat individual menyakatan hal demikian sebuah perilaku yang tidak etis, tetapi aka nada sebagian orang atau masyarakat yang berpandangan hal tersebut merupakan penyimpangan etik.


          Namun demikian, menentukan apakah suatu budaya yang dihasilkan manusia itu memenuhi nilai-nilai etik ataukah menyimpang dari nilai etika adalah bergantung dari paham atau ideology yang diyakini masyarakat pendukung kebudayaan. Hal ini dikarenakan berlakunya nilai-nilai etik bersifat universal, namun amat dipengaruhi oleh ideologi masyarakatnya.

           Jika estetika dibandingkan dengan etika, maka etika berkaitan  dengan nilai tentang baik buruk, sedangkan estetika berkaitan dengan  hal yang indah-jelek. Sesuatu yang estetika berarti memenuhi unsur keindahan ( secara estetika murni maupun secara sempit, baik dalam bentuk , warna, garis, kata, ataupun nada). Budaya estetika berarti budaya itu memiliki unsur keindahan.

           Oleh karena itu, estetika berbudaya tidak semata-mata dalam berbudaya harus memenuhi nilai-nilai keindahan. Lebih dari itu, estetika berbudaya menyiratkan perlunya manusia (induvidu atau masyarakat) untuk menghargai keindahan buday yang dihasilkan manusia lainnya. Keindahan adalah subjektif, tetapi kita dapat melepas subjektivitas kita untuk melihat adanya estetika dari budaya lain. Estetika berbudaya yang demikian akan mampu memecah sekat-sekat kebekuan,ketidakpercayaan,kecurigaan,dan rasa inferioritas antarbudaya.

         Kebudayaan yang diciptakan manusia dalam kelompok dan wilayah yang berbeda-beda menghasilkan keragaman kebudayaan. Tiap persekutuan hidup manusia memiliki kebudayaannya sendiri yang berbeda  dengan kebudayaan kelompok lain. Kebudayaan yang dimiliki sekelompok manusia membentuk ciri dan menjadi pembeda dengan kelompok lain. Denagan demikian, kebudayaan merupakan identitas dari persekutuan hidup manusia.

         Pewarisan kebudayaan adalah proses pemindahan,penerusan,pemilikan, dan pemakaian kebudayaan dari generasi ke generasi secara berkesinambungan. Pewarisan kebudayaan dapat dilakukan melalui enkulturasi dari sosialisasi. Enkulturasi atau kebudayaan adalah proses mempelajari dan menyesuaikan pikiran dan sikap individu dengan system norma, adat, dan peraturan hidup dalam kebudayaanya. Proses enkulturasi dimulai sejak dini, yaitu masa kanak-kanak, bermula dari lingkungan keluarga,team-teman sepermainan, dan masyarakat luas. Sosialisasi atau proses pemasyarakatan adalah individu menyesuaikan diri dengan individu lain dalam masyarakatnnya.

               Perubahan kebudayaan yang terjadi bisa memunculkan masalah, anatara lain perubahan akan merugikan manusia jika perubahan itu bersifat regress bukan progress : perubahan bisa berdampak buruk atau menjadi bencana jika dilakukan melalui revolusi,berlangsung cepat, dan di luar kendali manusia. Penyebaran kebudayaan bisa menimbulkan masalah masyarakat penerima akan kehilangan nilai-nilai budaya local sebagai akibat kuatnya budaya asing yang masuk.

          Dalam hal penyebaran kebudayaan, seorang sejarawan Arnold J. Toynbee merumuskan beberapa dalil tentang radiasi budaya sebagai berikut.

           Pertama, aspek atau unsur budaya selalu masuk tidak secara keseluruhan,melainkan individual. Kedua, kekuatan menembus suatu budaya berbanding terbalikd dengan nialinya. Ketiga, jika suatu unsur masuk maka akan menarik unsur budaya lain. Keempat, aspek atau unsur budaya yang di tanah asalnnya tidak berbahaya, bisa menjadi berbahay bagi masyarakat yang didatangi.

                 Pada dasarnya. Penyebaran budaya merupakan bentuk kontak anatarkebudayaan. Selain itu, kontak kebudayaan dapat pula berupa akulturasi dari asimilasi. Akulturasi merupakan kontak antarkebudayaan,namun masing-masing masih memperlihatkan unsur-unsur budayanya. Asimilasi berarti peleburan antar kebudayaan yang bertemu. Asimilasi terjadi karena proses yang berlangsung lama dan insentif anatara mereka yang berlainan latar belakang ras, suku, bangsa, dan kebudayaan. Pada umumnya, asimilasi menghasilkan kebudayaan baru.


2.     MANUSIA DAN LINGKUNGAN

       Manusia hidup pasti mempunyai hubungan dengan lingkungan hidupnya. Pada mulanya, manusia mencoba mengenal lingkungan hidupnya, kemudian barulah manusia berusaha menyesuaikan dirinya.

           Lingkungan adalah suatu media dimana makhluk hidup tinggal,mancari, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil (Elly M. Setiadi, 2006). Menurut pasal 1 undang-undang No.23 Tahun 1197 tentang pengelolahan lingkungan hidup.

           Komponen lingkungan terdiri dari factor abiotic dan factor biotik. Lingkungan biasa terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan buatan. Lingkungan alam adalah keadaan yang diciptakan Tuhan untuk manusia. Lingkungan alam terbentuk karena kejadian alam. Lingkungan dapat pula berbentuk lingkungan fisik dan nonfisik. Lingkungan alam dan buatan adalah lingkungan fisik. Sedangkan lingkungan nonfisik adalah lingkungan sosisal budaya di mana manusia itu berada.

          Hari lingkungan hidup sedunia pertama kali dicetuskan pada tahun 1972 sebagai rangkaian kegiatan lingkungan dari dua tahun sebelumnya ketika seorang senator Amerika Serikat, Gayrold Nelson menyaksikan betapa kotor  dan cemarnya bumi oelh ulah manusia. Pada tanggal 22 April 1970, Gayrold Nelson memproklamasikan Hari Bumi (Earth Day), sehingga tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Bumi (Earth Day).

         Berkaitan dengan itu, maka lingkungan hidup perlu dikelola secara baik dan benar demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Di tingkat Internasional, ditandai dengan pemberian penghargaan kepada perorangan ataupun kelompok atas sumbangan praktis mereka yang berharga bagi pelestarian lingkungan atau perbaikan lingkungan hidup di tingkat local, nasional, dan internasioanal. Penghargaan ini diberi nama Global 500 yang diprakarsai Program Lingkungan PBB ( UNEP = United Nation Environment Program ). Lingkungan memberikan makna atau arti penting bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia dapat hidup sejahtera.

       Pengelolahan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup. Pengelolahan lingkungan yang berhasil akan memberikan manfaat atau nilai bagi manusia. Terdapat nilai ekonomi, nilai mental spiritual, nilai ilmiah, dan nilai budaya dari lingkungan. Dampak lingkungan hidup adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan. Lingkungan hidup bisa berdampak positif dan negatif bagi kesejahteraan penduduk.

         Perubahan positif akibat kegiatan manusia terhadap lingkungan, misalnya dengan pembangunan jalan-jalan raya yang bisa menghubungkan daerah-daerah yang sebelumnya terisolasir. Perubahan lingkungan sebagai akibat tindakan manusia tidak jarang memberikan dampak negatif, beberapa masalah tersebut antara lain sebagai berikut:

a.     Terus menurunnya kondisi hutan di Indonesia.
b.      Kerusakan DAS ( Daerah Aliran Sungai ).
c.      Habitat ekosistem pesisir dan laut semakin rusak.
d.      Citra pertambangan yang merusak lingkungan.
e.      Tingginya ancaman terhadap keanekaragaman hayati.

          Pertumbuhan penduduk juga berpengaruh terhadapa tingkat konsumsi penduduk. Penduduk yang besar jelas membutuhkan konsumsi dalam jumlah yang besar pula. Pemenuhan konsumsi yang besar, umumnya tidak diimbangi dengan kandungan gizi yang layak. Tidak terpenuhinya konsumsi penduduk berakibat pada kelaparan.
          
            Interaksi social merupakan hubungan social yang dinamis, yang menyangkut hubungan timbal balik antara peroranga, antara kelompok manusia, maupun antara perorangan dengan kelompok manusia dalam bentuk akomodasi kerja sama, persaingan, dan pertiakaian. Bentuk dari interaksi social dapat berupa kerja sama, akomodasi, persaingan, danpertikaian.
        
             Dimana itu semua ada yang mengatur berupa system yang di sebut system norma khusus yang di maksudkan sebagai system aturan-aturan, artinya perilaku itu berdasarkan pada aturan-aturan yang telah ditetapkan.
         
        Dalam kehidupan sehari – hari, istilah pranata sering tumpang-tindih atau dikacaukan pengunaannya dengan istilah lembaga. Pranata Sosial adalah system norma atau aturan yang menyangkut suatu aktivitas masyarakat yang bersifat khusus. Sedangkan Lembaga adalah badan atau organisasi yang melaksanakannya. Lembaga social dan pranata social mungkin tidak bisa dipisahkan, karena di dalam lembaga social terdapat pranata social, dan pranta social berjalan dalam suatu lembaga social sebagai wadahnya.
          
          Problem yang sering sekali dihadapi masyarakat banyak ragamnya. Sesuai dengan factor penyebabnya, maka problema social dapat diklasifikasiakan sebagai berikut: a. Faktor ekonomi, factor biologis, factor psikologis, factor kebudayaan.
          
            Hidup manusia dalam lingkungan sosialnya, pada dasarnya menginginkan tercipta lingkungan social yang harmonis, damai, tentram, dan bisa mendukung pemenuhan kebutuhan kehidupan. Keserasian antarorang atau kelompok akan mempengaruhi daya tampung lingkungan social. Sebaliknya, daya tampung lingkungan social akan mempengaruhi keserasian hubungan antara orang dan kelompok social.
       
    Sering hal ini menimbulkan pula sebuah isu-isu  yang penting mengenai persoalan lintas budaya dan bangsa pada umumnya menjadi sebuah isu global yang menjadi keprihatinan bersama.
     
         Isu ini dapat berupa isu social tentang kekurangan pangan yang dimana, hal ini disebabkan pertumbuhan penduduk dunia yang cepat tidak seimbang dengan produksi pangan. Selain itu, masalah keadilan dan distribusi sumber- sumber pangan yang tidak merata. Yang dimana hal ini membuat beberap pihak mejadi khawatir dan risau karena menurut catatan FAO organisasi PBB yang bergerak di bidang pangan tercatat sekitar 200 juta orang yang masing mengalami kekurangan pangan.
       
         Kekurangan juga menyentuh langkanya sumber air yang bersih dan layak konsumsi  padahal kekurang air bersih  berdampak langsung kepada kesehatan dan  kelangsungan hidup manusia. Menurut WHO setiap tahunnya 1,6 juta orang meninggal karena rendahnya akses terhadap air bersih. Salah satu penyebab semua ini terjadi adalah perubahan iklim yang sangat drastic yang dimana kini cuaca tidak dapat lagi di prediksi, Sumber energy fosil yang dihasilkan oelh banyak pembangkit energy mengakibatkan terjadinya pencemaran polusi udara maupun polusi di air. Hal ini karena pembangkit tersebut mengeluarjan gas dan zat-zat pencemar, seperti gas sulfurdioksida (SO2) dan gas-gas rumah kaca, seperti karbondioksida (CO2).
          
        Hal ini dapat menyebabkan sebuah wabah penyakit yang menimbulkan malapetaka yang menimpa umat manusia dari dulu sampai sekarang maupun masa yang akan mendatang tetap merupaka ancaman terhadap kelangsungan hidup dan kehidupan. Selain itu wabah yang membahayakan kesehatan masyarakat karena dapat mengakibatkan sakit, cacat, dan hal yang terburuk yang akan terjadi adalah kematian, wabah juga akan mengakibatkan hambatan pelaksanaanpembangunan nasional. Penyakit dapat menurunkan tingkat produktivitas  manusia dalam melakukan pekerjaan yang dimana dapat mempengaruhi pendapatan mereka.
          
       Banyak produktivitas yang hilang akibat serangan penyakit. Di sisi lain, pendapatan yang diperoleh banyak dikeluarkan untuk biaya pengobatan. Pada akhirnya, timbulnya penyakit bisa mempengaruhi terhadap tingkat ekonomi masyarakat. Yang dimana artinya maka angka kemiskinan akan bertambah di setiap belahan dunia dan konflik serta perang akan terjadi demi kepentingan mayoritas sebuah Negara.
 
Nama   : Isma Maulani
NPM    : 1A112063 (Transfer)
Kelas   : 1KA02

Tidak ada komentar:

Posting Komentar